PENTINGNYA REKAM MEDIS


Rekam medis berisi rekaman riwayat penyakit pasien beserta tindakan apa yang telah dilakukan. Salah satu fungsinya adalah dokter bisa tahu perkembangan penyakit pasien lewat rekaman medis tersebut. “Jadi kalau si pasien datang lagi, dokter tinggal membaca catatan itu tanpa banyak bertanya lagi,” jelas dokter yang mengambil gelar S3 di Jepang ini. Untuk memudahkan pencarian, biasanya rekam medis disusun berdasarkan abjad atau nomor.

Alat Bukti
Untuk kasus malapraktik, rekam medis bisa menjadi alat bukti di pengadilan. Dari rekaman medis itu akan terbuka, tindakan salah apa yang telah dilakukan dokter atau perawat bersangkutan. Menurut Djaja, dokter tidak boleh menghapus tulisan apapun pada rekaman medis. “Kalau ada kesalahan tulisan, dokter tidak boleh menghapus, tapi hanya boleh mencoret sekali sehingga tulisan semula masih bisa dibaca, serta diparaf,” jelas dokter yang hobi memasak ini.

Dari catatan yang tertera di rekam medis, pasien juga bisa mengajukan protes jika pasien tidak puas, misalnya, karena biayanya terlalu tinggi. “Dari catatan medis itu akan terlihat jumlah infus yang digunakan, obat-obatan apa saja yang diminum serta berapa lama dirawat inap.”

Dokter juga sering terbantu dengan data dalam rekam medis dalam keadaan darurat misalnya kecelakaan. Si pasien yang dibawa ke rumah sakit dalam keadaan pingsan, misalnya, nama dalam tanda pengenal bisa dipakai untuk mencari catatan kesehatan di pasien, seperti golongan darah. “Jadi bisa cepat dilakukan tindakan yang diperlukan,” jelas Djaja, sembari menegaskan, perbedaan golongan darah yang masuk ke dalam tubuh bisa berakibat fatal karena darahnya menggumpal.

Identifikasi Jenazah
Fungsi yang tidak kalah penting dari rekam medis adalah untuk identifikasi jenazah yang sulit dikenali. Dalam suatu kecelakaan hebat misalnya, rekam medis sangat membantu dalam mengenali jenazah. Menurut Djaja, pernah ada kasus jenazah terbakar parah bisa dikenali karena di bagian perut ada parutan. “Parutan itu bekas operasi usus buntu orang yang meninggal tersebut,” jelas Djaja yang mengetahui operasi usus buntu tersebut dari rekam medis.

Orang yang pernah menjalani operasi karena patah tulang juga bisa dikenali pada jenazah yang rusak. Menurutnya, orang yang pernah menjalani operasi ini, tempat sambungan tulang pasti mengalami penggelembungan. Orang yang kakinya pincang sebelah, juga bisa dengan mudah diidentifikasikan. “Bagian kaki yang menjadi tumpuan, pada mangkok pangkal kakinya pasti lebih besar dari mangkok kaki biasa,” jelasnya.

Jenazah yang semasa hidupnya buta sebelah juga bisa dikenali. Menurut Djaja, syaraf mata yang berfungsi biasanya lebih besar, sedangkan mata yang buta menciut. “Hal-hal seperti ini ternyata cukup banyak membantu proses identifikasi jenazah,” jelas pria yang gemar memotret ini. Orang yang semasa hidupnya sering pilek juga sering bisa menjadi ciri tambahan yang membantu. “Orang yang sering pilek,” lanjutnya, “lubang tulang hidung di satu bagian biasanya lebih sempit.”

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN, Rekam Medis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s